Kamis, 01 September 2016

MENTAL MUTHAFFIF [Penghalang Revolusi Akhlaq]

Hubungan Manusia dengan sesama adalah bersifat timbal balik. Bahkan dalam hubungannya dengan Alam Semesta dan terlebih Pencipta serta Pengaturnya.

Islam pada dasarnya menyeru kepada Keadilan. Adil terhadap siapapun dan apapun itu. Tidak terkecuali kepada diri sendiri.

Walau sebenarnya seruan Islam tidak berhenti pada sekedar Adil, tapi juga sampai ke derajat sifat Ihsaan. Sifat yang secara sempurna Allah swt ajarkan melalui sifat-sifat Ketuhanan-Nya.

Tapi in sya Allah, kita membatasi bahasan pada tema ini seputar adil.

Islam memberi gambaran keadilan dari banyak sudut pandang dan dasar ayat maupun hadits. Salah satunya yang menjadi sudut bahasan kita kali ini adalah ayat tentang Mental Muthaffifin.

Mental Muthoffifin ini dicela habis-habisan oleh Allah swt dalam ayat-Nya yang berbunyi : "Celakalah Para Muthoffifin itu".

Walau secara bahasa kata "Wail" yang digunakan bahasa Arab untuk mengungkapkan kata umpatan "Celaka", tapi secara tafsiran sebagian ulama dalam ayat lain memaknai "wail" disini sebagai salah satu nama Neraka.

Lalu bagaimana dan siapa atau apa itu Muthoffifin?

"Yaitu mereka yang apabila ditimbang barangnya (ditunaikan hak-nya) oleh orang lain, pasti meminta penyempurnaan"

Satu sisi gambaran sifat ini tidak ada yang masalah sebenarnya. Yang menjadi masalah adalah sisi kedua.

"(Namun) dan apabila mereka yang menimbang barang (menunaikan hak) orang lain, mereka mengurangi (tidak menyempurnakan bahkan tak peduli pada kerugian orang tersebut)"

Dengan akal sehat dan rasa kemanusiaan yang adil, kita pasti akan secara langsung menyimpulkan bahwa Mental Muthafifin ini adalah sifat yang negatif.

Demikianlah Al-Qur'an dan Islam ini memberikan Revolusi Akhlaq kepada Manusia dan khususnya pada pemeluknya.

Bahwa manusia, bahkan semua pihak dalam hubungannya dengan sesama punya konsekwensi timbal balik. Kapan seseorang punya sekian haq, maka dibalik hak itu ada kewajiban yang serupa. Dan kapan kita menuntut sebuah kewajiban dari pihak lain, maka tentu, sebesar kewajiban itu, sebesar itulah hak yang dimilikinya.

Muthofifin memandang bahwa hanya dirinyalah yang pantas untuk mendapatkan hak-nya dengan sempurna, sedangkan pihak lain harus memahami ketidakmampuan si muthoffif dalam menunaikan hak orang lain. Dan noted bahwa menunaikan hak orang lain yang ada pada tanggungjawab kita adalah kewajiban.

Islam, hakikatnya adalah ajaran keadilan. Adil tidak hanya pada hal normatif, tapi benar-benar pada segala hal. Adil dalam artian, menjelaskan Hak dan Kewajiban dibalik hak itu. Lalu, memberi aturan yang mengatur keseimbangan hak dan kewajiban ini. Bahkan Islam tidak hanya memberi aturan yang bersifat duniawi, tapi sampai kepada bahwa konsekwensi dari hak dan kewajiban itu akan sampai perkaranya ke akhirat.

Keutuhan ajaran Islam dalam menerapkan Hak dan kewajiban ini tercermin dari semua detail aturannya. Dari hak Manusia dalam mengelola Alam semesta yang diantaranya Hewan yang halal dikonsumsi, dibalik hak itu, manusia dalam aturan Islam punya kewajiban mengelola tanpa menyakiti dan tanpa merusak.

Lalu dalam tatanan sosial, Islam mengatur bahwa Suami punya Hak ditaati oleh istri, tapi dibalik hak itu, ada kewajiban besar suami untuk menafkahi dan membimbing Istri. Non-Muslim dalam tatanan Masyarakat Islam, punya hak hidup hingga menjadi maksum (terjaga) keselamatan nyawa dan hartanya dari gangguan kaum muslimin, tapi dibalik hak itu ada kewajibannya untuk menjaga kesepakatan dan tidak memusuhi dakwah Islam.

Terjadinya kerancuan sistem dalam tatanan sosial atau pemikiran kaum muslimin hari ini, salah satu sebab besarnya adalah ketimpangan dalam memandang Hak dan Kewajiban ini. Hingga terciptalah dua kubu ekstrem yang tidak diharapkan.

Ada pihak yang sibuk membela hak suami, tapi tidak memperhatikan kewajibannya. Di sisi lain, ada yang sibuk membela hak Istri, tapi menutup mata pada kewajibannya.

Ada pihak yang sibuk membela Hak-hak Non Muslim dalam tatanan Masyarakat. Tapi tak acuh, bahwa disana juga ada kewajiban yang harus dituntut darinya. Di sisi lain, sibuk menuntut kewajiban non muslim, tapi tidak pedulikan bahwa mereka punya hak-hak tertentu.

Di akhir bahasan ini, kita sejenak mengambil Kaidah Mental Muthaffif ini dan menerapkannya pada hubungan antara Hamba dan Tuhannya. Bahwa Islam datang untuk menjelaskan sekaligus menerapkan Haq dan Kewajiban diantara keduanya.

Allah swt mewajibkan diri-Nya untuk memelihara dan memberi manusia kehidupannya, maka Allah swt punya Hak ketuhanan, hak untuk disyukuri. Sedalam apa seorang hamba mengetahui kebaikan dan kehebatan Allah swt, maka semakin ia menyadari bahwa kewajiban dia pada ketuhanan Allah swt tidak akan mampu ia penuhi dengan sempurna.

Saat kita menyadari itu, sebenarnya kita tidak pantas membahas hak kita yang mesti ditunaikan Allah swt.

Tapi sebagai penutup, Manusia atau Hamba yang bermental muthaffif adalah Hamba yang sibuk mencari Hak hidupnya di alam semesta, tapi tidak peduli dan tidak berusaha untuk menunaikan kewajibannya dengan sesempurna yang ia usahakan.

المطفف هو الذي في طلب حقه شديد... و في أداء واجبه المقابل لذلك الحق متهاون

Kamis, 18 Agustus 2016

Wajah Tegar Suriah dan Kerapuhan Penguasa

Engkau dapat memahami seutuhnya tentang Suriah hari ini dari wajah Anak ini....

Dari anak yang mewakili jiwa-jiwa tak berdosa yang menjadi korban...
Tatapan kosong...
Tak tahu apa yang terjadi, kenapa mereka yang disasar...

Mulut bungkam yang lelah...
Lelah meneriakkan permintaan tolong..
Pada hati-hati yang kebanyakan Tuli...

Engkau lihat Debu reruntuhan yang memenuhi tubuhnya? Itu adalah yang tersisa dari tempat tinggal, sekolah & rumah sakit mereka...

Darah yang terus mengalir, tak lagi dibarengi Air Mata...
Karena mungkin tak ada lagi yang harus ditangisi oleh kesendiriannya...

Ataukah ini adalah ketenangan akan dekatnya kemenangan..

Sementara para penjahat Politik dan Perang itu dalam gemetar takut...
Hingga tangan mereka lemas dan tak mampu memegang senjata dengan becus...

Malulah pada dunia & Negara-mu, Wahai para penjahat kekuasaan...

Serapuh apa kekuatanmu hingga harus anak ini menjadi korban...?

Tafsir Surah Maryam ayat 71-72

Allah swt berfirman :

و إن منكم إلا واردها كان على ربك حتما مقضيا * ثم ننجي الذين اتقوا و نذر الظالمين فيها جثيا *

Ada dua pendapat mengenai Tafsiran Makna Wurud dalam ayat.

Pertama; Artinya adalah memasuki ke dalam Neraka. Hingga makna ayat adalah setiap manusia, yang mukmin atau kafir, akan memasuki Neraka.
Namun, lanjutan ayat menegaskan bahwa, neraka itu akan menjadi seperti Api yang membakar Ibrahim bagi orang Mukmin. Yaitu dingin sejuk menyelamatkan.

Kedua; artinya adalah lewat diatas neraka melalui Shirath atau melihatnya langsung saat penghisaban.
Hingga pendapat kedua ini menolak bahwa orang beriman akan memasuki neraka.
Walaupun keduanya sepakat bahwa mereka akan selamat dari Api Neraka ini sebagaimana ditegaskan ayat setelahnya.

Rabu, 24 September 2014

ISI FORMULIR DATA ALUMNI 2008

Alumni 2008 Darul Huffadh

Nama Lengkap
Tempat Lahir
Tanggal Lahir

MM
/
DD
/
YYYY
Jenis Kelamin
 Putra 
 Putri 
Asal
Domisili Sekarang
Pekerjaan/ Kampus
Tahun Masuk
Tahun Keluar
Masa Pengabdian
 1 Tahun 
 2 Tahun 
 mengabdi di luar pondok 
 lebih dari 2 tahun 
 tidak mengabdi 
Email
No Handphone
No WhatsApp

Selasa, 27 Mei 2014

Inspirasi Hidup dalam Perjuangan dengan Pengorbanan



Allah tidak mengirim petir untuk membuka pintu penjara untuk mengeluarkan Nabi Yusuf dari penjara, tidak juga memerintahkan dinding untuk hancur...

tapi Allah mengirim mimpi pada keheningan malam kepada Sang Raja yang memenjarakan Nabi Yusuf saat ia tidur... 

dan dari keheningan itulah, Allah membebaskan Nabi yusuf dari penjara... Allahu akbar...
---------------------
untuk setiap orang yang terpenjara akan permasalahan hidupnya...
*****************

besar kecil pengorbanan bukan diukur dari apa yg dikorbankan, tapi demi apa kita berkorban...
bila demi syahwat diri, popularitas, status atau duniawi lainnya, maka pengorbanan itu bagaimana pun wahx di mata makhluq, tapi hakekatx tak lebih dari bangkai kambing cacat...
tapi, apapun yg kita kobarkan, bila tuk Allah dan sunnah serta agama islam ini, lalu sesuai dgn aturan syariat, maka ia sungguh hakekatx jauh lebih dari kerja keras para hamba nafsu sendiri... agama ini Allah menangkn dgn ilmu dan ketaatan kaum muslimin yg bersih dari syubhat dan syahwat.... bukan dgn ambisi yg terkotori syubhat atau syahwat....

BELAJAR BERSIKAP SAAT BERBEDA DENGAN ULAMA KITA...


#Umar_bin_Khattab
Sikap kerasx krn ghiroh n sentimen agama, trkadang harus brbenturn dgn sikap politik Nabi saw

#Marah_diterimax_perjanjian_hudaibiyah_yg_menjatuhkan_Islam
#Marah_saat_otakx_munafiq_ibnuUbay_dibiarkan
#Marah_saat_abuSufyan_diterima_dgn_hormat_di_tenda_Rasul_saat_fathulMakkah

Umar tidak melihat apa yg dilihat oleh Nabi saw.
Marah, tapi Umar tau kewajiban Sam'an wa Tho'ah.
Marah, tp akhirx Umar mnyesali seumur hidup sikapx itu.

Walau jauh, tp Ulama qt punya haq disikapi sprt itu.

BELAJAR DARI MEREKA YANG TERIMA TAUBATNYA


#Suhail_bin_Amr

saat dgn fasihx suhail menghina Islam, Umar geram...

"izinkan aku potong lidah ya Rasulullah" kata umar..

"jangan umar, moga suatu saat lidahx lah yg terhunus membela agama ni" jawab rasul..

Umar lg2 tdk paham n hanya Sam'an n Tho'ah...

#di_hari_isu_murtad_melanda_mekkah

Liat siapa yg berdiri gagah dgn argumentasi fasihx meruntuhkan fitnah Kemurtadan di Makkah..

Ya.. dia Suhail bin Amr..
Benarlah Rasulullah saw,

#andai_umar_tidak_taat_waktu_itu...

#firasat_qiyadah


*******

#Suhail_bin_amr

Suhail & Abu sufyan, dtng menemui Khalifah Umar, lalu dtng Bilal n Shuhaib (pr mantan budak)

#kaget, trnyata Bilal n Shuhaib yg bru dtng, duluan diizinkan msuk oleh Umar..

Abu Sufyan trsinggung

#tp_dngar_apa_kata_Suhail

"salahkn diri kita, mrk & qt dipanggil msuk Islam brsamaan.. tpi mereka brsegera, sdng qt trlambat"

"sungguh, tak peduli dgn sikap Umar ni yg mmprlambat qt di pintux, yg ku gelisahi adlah, klau saat di pintu Surga, Allah jg memprlambat qt..

#allahu_akbar

********

#Abu_Sufyan_bin_Harb
dan
#Suhail_bin_amr

dua sosok penjahat kafir quraisy paling memusuhi Islam..

tapi dari mereka berdua kita justru belajar hal2 ni..

#dahsyatx_hidayah_tak_mengenal_siapa
#hebatx_magfiroah_Allah
#tak_ada_mustahil_di_jalan_dakwah
#kehebatan_seseorang_di_masa_jahiliyahx_sangat_dibutuhkan_disaat_Islam_telah_menyapax

bgmn tidak? mereka justru jadi prajurit n pembela Islam pemberani di masa Murtadx bangsa arab..

moga Allah ridho atas kalian brdua..

Minggu, 12 Januari 2014

TAUHID KITA....

banyak manusia merasa bertauhid dgn meyakini hanya Allah yg mencipta, hanya Allah yg memiliki
alam semesta, dan hanya Allah yg mengatur jalanx hidup...
tapi sadarkah bahwa kafir quraisy juga meyakini itu...? kalau begitu tauhid manusia yg seperti itu
tidak beda dgn tauhidx orang2 kafir quraisy....
yg membedakan para sahahat rasul saw yg mukmin dgn musuh nabi yg musyrik adalah, dalam
sikap mereka terhadap otoritas Allah swt dan Nabi muhammad saw sebagai pembuat syariat yg
harus dijalankan....
orang kafir quraisy paling tinggi ibadahx kepada Allah sebgai pencipta, tapi dgn cara menurut
hwa nafsu mereka, sampai mnyembah kpd orang shalehx mereka jg sebagai wasilah perantara
mereka dgn Allah...
sedangkn sahabat rasul saw, tidaklah beriman dan beribadah keculali melalui otoritas Allah dan
rasulullah saw yg mengintruksikan ini yg harus diyakini dan ini ibadah yg harus dikerjakan...
selain itu mereka tidak berani beriman dan beribadah seenak akal dan nafsu sj...
lihat para sahabat mengenal Allah swt dgn apa yg rasulullah saw ajarkan melalui asma dan sifat
Allah yg haq, sedang orang kafir quraisy ingin mengenal Allah dgn cara mereka sendiri hingga
membuat nama2 sembahan serta mensifatinya dgn akal dan mereka....
kita belum selamat dari syirik hanya dgn meyakini Allah satu2x pencipta, satu2x pemilik semesta,
satu2 yg mengatur rezki dan jodoh.... meyakini rezki itu di tangan Allah sama dgn keyaakinan
kafir quraisy...
jadi disamping kita meyakini itu, kita juga harus tunduk patuh beribadah hnya kepada Allah dan
dgn cara Allah...
wallahu a'lam...
ﺍﺳﺘﻔﺎﺩﺓ ﻣﻦ ﺍﺧﺘﺒﺎﺭ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ .... ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻌﻨﺎ ﻭ ﺍﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﻤﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ ....

Jumat, 03 Februari 2012

....و تلك الأيام نداولها بين الناس ليعلم الله الذين امنوا و يتخذ منكم شهداء

Dan demikianlah kami pergulirkan...

Kejayaan dan Kehancuran
Kemenangan dan Kekalahan
Kemudahan dan Kesukaran
Kesenangan dan Kesengsaraan
Kebahagiaan dan Kesedihan
Tawa dan Tangis
Bangun dan Jatuh
Kesetiaan dan Pengkhianatan

Kami pergulirkan semua itu diantara manusia...

Agar diketahui, siapa yang memiliki CAHAYA KEIMANAN dan siapa yang memiliki GELAP KEMUNAFIKAN
Agar diketahui, siapa yang TEGAP ISTIQOMAH dan siapa yang PINCANG PECUNDANG
Agar diketahui, siapa yang mengenggam TOMBAK KESETIAAN dan siapa yang memungut SAMPAH PENGKHIANATAN
Agar diketahui, siapa yang membalas dengan SYUKUR dan siapa yang melemparkan KUFUR
Agar diketahui, siapa yang menaiki SAMPAN KESABARAN dan siapa yang tenggelam di LUMPUR KEHINAAN
Agar diketahui, siapa PENGHUNI FIRDAUS dan siapa TAHANAN JAHANNAM

Kamis, 02 Februari 2012

TERLAHIR UNTUK MEMIMPIN


TERLAHIR UNTUK MEMIMPIN
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Kita semua mungkin sudah tahu atau pernah mendengar tentang kisah yang diceritakan dari ayat 30 surah al-Baqoroh ini. Ya, pengangkatan adam dan anak cucunya sebagai khalifah diatas bumi ini. Tapi keseluruhan kisah bukan hal yang akan kita bahas. Satu poin inti saja. Tugas manusia menjadi khalifah di bumi.
Khalifah, dalam penjelasan tafsir ibnu katsir, berarti suatu kaum yang sebagiannya menggantikan sebagian lainnya dari masa ke masa, dari generasi ke generasi. Dan dilengkapi dalam beberapa penjelasan tafsir lain, bahwa saling menggantikan peran generasi sebelumnya untuk menetap dan memakmurkan bumi.
Yaps…kita tak usah berlama-lama dengan penafsiran yang panjang karena tulisan ini bukan untuk hal itu. Intinya, yang dimaksud dengan khalifah adalah pemimpin di bumi, yang menggantikan tugas generasi sebelumnya untuk memakmurkan bumi ini.
Dan khalifah yang ditunjuk Allah Sang Pencipta SWT yaitu, aku, kamu dan kita semua manusia. Ya… kita terlahir untuk memimpin.
***

Seperti diri kita manusia. Dalam diri kita ada bagian yang menjadi pemimpin bagi seluruh anggota tubuh yang lain.
… … Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati. Muttafaq Alaihi.
Qolbun. Yang arti secara bahasanya jantung. Namun kita menggunakan kata hati untuk mengungkap makna qolbun. Dengan hati inilah semua manusia hidup. Terhentinya hati berarti terhentinya kehidupan. Dalam hati inilah terletak kesadaran kita. Dan hati ini adalah pemimpin bagi seluruh anggota badan  berikut segala perbuatannya.
Jadi sekarang kita harus tahu dan sadari. Semua yang memiliki hati (qolbun), yaitu kita manusia, terlahir untuk sebuah tugas.
Ya. kita terlahir untuk menjadi pemimpin bagi perbuatan kita. Memimpin diri kita dengan Adil. Ya. kita terlahir sebagai kholifah, pemimpin, bumi ini tempat kita berpijak. Menempati dan memakmurkannya.

Kamis, 26 Januari 2012

MAKNA PENDIDIKAN BAGI MANUSIA



MAKNA PENDIDIKAN BAGI MANUSIA
Seorang wanita menyelesaikan kuliah dengan nilai memuaskan. Yang mana sebelum itu ia telah menyelesaikan semua jenjang-jenjang dibawahnya pun dengan nilai yang tak mengecewakan. Ia pun mulai melangkah keluar dari persekolahan dan perkuliahan dengan rasa bangga tak terkira di awal-awal langkahnya.

Inikah pendidikan dan akhirnya?

Hingga ia tiba di persimpangan hidupnya. Dan dihadapkan dengan tuntutan kariernya yang sedang ia kembangkan dengan tuntutan orangtua untuk belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik. Dihadapkan dengan pergaulan bebas dunia kerja dan tuntutan orangtua yang menginginkan ia menikah dengan seorang lelaki yang baik. Namun ia tak mampu memilih dengan baik dan tepat jalan yang mesti ia lalui.

Lalu dimana pengaruh pendidikan itu?

Selanjutnya, setelah proses yang begitu lama iapun memasuki dunia rumah tangga. Dunia yang begitu asing baginya setelah bertahun-tahun bergelut dengan dunia kerja yang bebas. Dan tentu, ia tak mungkin akan meninggalkan dunia kerja yang ia rasa telah menjadi dunianya. Bahkan setelah berumahtanggapun, ia tak tahu apa yang mesti kerjakan. Ia merasa aneh dengan keberadaan suami yang ia rasa membatasi geraknya, memberinya berbagai macam perintah. Ia tak mengerti harus bagaimana dengan anaknya. Akhirnya pernikahan hanya sebatas ikatan sosial dan formalitas. Anak menjadi objek ambisi kebanggaan yang  titipkan pada para  pengasuh dan pengajar.

***

Dunia Pendidikan. Kita para orangtua mungkin mulai berfikir, ketika anak kita telah melewati masa balitanya, akan bagaimana pendidikan anak kita kedepannya. Dan bisa dipastikan yang ada dalam benak kita adalah tentang dunia Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah hingga Perguruan Tinggi. Namun tepatkah bila kita menganggap tingkatan-tingkatan ini adalah tingkatan-tingkatan pendidikan?

Ya, mungkin kita menjawab “ya iyalah, disana diajarkan berbagai ilmu dan keterampilan serta kemampuan kerja hingga mampu hidup dengan baik”. Mungkin ada benarnya, karena transfer ilmu dan pengetahuan dari guru ke murid yang istilahnya Pengajaran seringkali disandingkan dengan kata Pendidikan. Lalu apakah itu berarti pendidikan berarti pengajaran, dan dua kata ini memiliki makna yang sama?

Tentu tidak. Pendidikan tentunya meliputi makna pengajaran yaitu transfer ilmu dan pengetahuan dari guru ke murid. Tapi ada satu hal lain yang menjadi makna pendidikan, dan inilah makna sebenarnya. Yaitu pendidikan adalah mempersiapkan manusia menjadi manusia yang sebenarnya, membuatnya mengerti tujuan hidupnya dan bagaimana menjalaninya dengan semestinya serta mampu mengaplikasikannya. Menjadikannya manusia yang sebenarnya dengan menghidupkan kepekaan hatinya berfikir.

Kalau anda mungkin kurang setuju dengan ini dan tetap mengatakan bahwa pendidikan adalah tamat TK sampai PT. Nah, sekarang maari kita melihat di sekitar kehidupan kita.

Para pengusaha yang bangkrut, para siswa yang merasa tidak mendapatkan cintanya lalu mereka bunuh diri, atau para politikus yang tak mampu mendapat ambisinya lalu mendadak gila. Diantara mereka pasti kebanyakan yang sudah lulus SMA ataupun PT. Apakah mereka semua itu bisa dikatakan berpendidikan???

Atau yang paling menonjol lah di negri ini, para anggota dewan yang tak pernah berubah, sebagaian besar mereka tak berhak disebut wakil rakyat bahkan memperkaya diri dengan uang rakyat. Apakah mereka itu tetap kita sebut orang-orang yang berpendidikan??

Saya rasa tidak pantas…

Jadi kita berharap kedepannya untuk generasi negri ini dan ummat ini agar mampu merasakan pendidikan yang benar dan menerapkannya dalam hidupnya. Mungkin banyak sekolah yang kita anggap bagus pengajarannya. Berkwalitas metode pangajarannya dan mata pelajarannya. Namun sampai saat ini sangat sedikit tempat pendidikan yang benar-benar memberikan pendidikan sesungguhnya dengan mempersiapkan anak didiknya dengan mengenalkan tujuan hidup dan cara menjalaninya. Bahkan sungguh sangat sedikit saat ini anak-anak dan pemuda-pemudi kita yang mendapatkan pendidikan untuk menghidupkan kepekaan hati mereka.

Selasa, 24 Januari 2012

Mencintai Karena Allah

Seorang mukmin HARUS MENCINTAI ALLAH SAJA DAN APA-APA YANG DIPERINTAHKAN ALLAH UNTUK DICINTAI... dengan kata lain kita mencintai selain allah hanya karena ada PERINTAH DARI ALLAH UNTUK MENCINTAINYA DENGAN DALIL YANG JELAS...

Mencintai Rasululllah SAW dan Para Ahli Bait serta Sahabatnya ada perintahnya
Mencintai Orangtua dengan berbakti...
Mencintai Kerabat dengan silaturahim...
Mencintai Tetangga dengan menghomatinya...
Mencintai Saudara Muslim dengan menunaikan Haqnya..
Mencintai Istri atau Suami...
SEMUA CINTA ITU PUNYA DALIL SEHINGGA Insya Allah, tidak akan masuk ke dalam SYIRKUL MAHABBAH

Dan inilah yang disebut...
MENCINTAI KARENA ALLAH...

Masalahnya, terkadang kita berkata atau mendengar kalimat...
"AKU MENCINTAI KARENA ALLAH" tapi bukan untuk orang2 yang memiliki dalil untuk dicintai maka itu adalah kebohongan ATAS NAMA ALLAH...

Contoh dekat; ADA LAKI2 YANG MENYATAKAN PERASAAN KHUSUSNYA KEPADA SEORANG WANITA YANG DISUKAINYA DAN BELUM MEMPUNYAI IKATAN NIKAH, dengan berkata "Aku Mencintaimu KARENA ALLAH"... Naudzu Billah, kalau Nama Allah SWT disertakan dengan Perbuatan yang Allah SWT Murkai.

HATI-HATI IKHWAN DAN AKHWAT SEKALIAN... Mari kita saling mencintai sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan tanpa melewati batasannya atau bahkan mendekati serta berani menaiki tangga Zina. Seperti Komunikasi yang tidak perlu dan melalaikan hingga khalwat (berdua-dua) yang ketiganya pasti Syeithan. Uhibbukum Fillah..
JANGAN SAMPAI IBLIS MENAMBAH DAFTAR KEBERHASILANNYA MEMPERDAYAI KITA, DIBAWAH DAFTAR KEBERHASILANNYA MEMPERDAYAI BAPAK ADAM DAN IBU HAWA.

Minggu, 22 Januari 2012

Islamic E-book

ikhwah fillah...
mungkin hampir semua ilmu yang kita cari adalah Fardhu Kifayah. Ya. Kita semua sedang melaksanakan kewajiban mewaliki banyak orang sekampung atau mungkin keluarga. Ilmu fardhu kifayah  itu adalah ilmu bahasa, fiqih, kedokteran, ekonomi dan berbagai ilmu lainnya.
Tapi ingatkah kita ada Ilmu yang merupakan fardhu 'Ain kita. Yang mana mencari dan memahaminya adalah kewajiban setiap muslim. Apakah itu??? hem... itulah yang disinggung oleh Ibnu Qudamah dalam ringkasan Minhajul Qoshidinnya tentang ilmu hati. Bagaimana menjadikan hati dan anggota tubuh beribadah dengan ikhlas dan mengikuti sunnah.
Mungkin banyak pendapat, tapi yang ingin kita singgung disini adalah bahwa begitu banyak ilmu yang mesti kita cari. Dan salah satu cara mencarinya adalh dengan membaca.

yups.. to the point aja dalam posting ini disediakan link ke salah satu site ikhwan tempat downloaad berbagai macam buku, silahkan klik link dibawah ini...

Islamic E-book